17 Aug 2026
Renungan GMIM Minggu Ini: Ajakan bagi Warga Gereja Mengisi Kemerdekaan yang Dianugerahkan Tuhan.
Warga Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) merenungkan firman Tuhan dari Perjanjian Lama, kitab Keluaran 6:1-12.
Perikop yang menjadi dasar perenungan warga gereja pekan berjalan ini berjudul: Pengutusan Musa.
Sedangkan tema minggu ini ialah: Akulah Tuhan Allahmu yang membebaskan kamu.
Mengacu pembacaan di atas, menjadi perenungan warga GMIM ialah tentang keemerdekaan bagi warga gereja sekaligus warga negara.
"Perenungan kita, apakah Indonesia sudah merdeka perjuangan kita sudah selesai?" demikian tanya Pendeta Fransis Nayoan-Tiwa MTh yang menjadi khadim ibadah Jemaat GMIM Imanuel Bahu pada Minggu 16 Agustus 2026 sesi kedua (mulai pukul 09.00 WITA).
Firman ini bertepatan dengan momentum Bangsa Indonesia yang merayakan HUT ke-81 kemerdekaan RI.
Pendeta Fransis mengungkapkan, kehidupan orang percaya dewasa ini diperhadapkan pada realita paradoks kemerdekaan.
Terjadi kontradiksi kehidupan di era kemerdekaan. "Kita masih melihat banyak yang masih terjajah dan tertindas terbelenggu oleh kemiskinan, dosa-dosa masa lalu.
Paradoks kemerdekaan di antaranya, secara fisik, merdeka tapi terpenjara oleh keadaan, merasa tidak berdaya dan kehilangan pengharaapan.
Menjadi pertanyaan, bagaimana kita merespon pernyataan Allah di tengah kehidupan yang memang kadang penuh ironi?
Karena itu jemaat perlu belajar dari Bangsa Israel yang diselamatkan dan dimerdekakan Allah.
Karya penyelamatan Allah yang mengeluarkan Israel dari perbudakan di Mesir.
Pendeta Fransis menegaskan, kemerdekaan diberikan oleh Allah. Karena itu seyogyanya kita jangan pernah meragukan kuasa Allah.
"Jangan seperti bangsa Israel yang tawar hati karena tekanan dari Firaun. Memilih tinggal di Mesir karena gentar oleh intimidasi, ragu oleh janji Allah," kata Pendeta.